Only RP. 200.000

Get Rp.100.000/resell Guarantine money back Rp.400.000

Rabu, 12 Desember 2007

Makalah Bapimkortar 2007 tentang TI

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Teknologi Informasi saat ini bukanlah suatu hal yang bisa dipandang sebelah mata. Teknologi Informasi memiliki perkembangan yang sangat pesat dan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap segala aktivitas, kehidupan, cara kerja, metoda belajar, gaya hidup maupun cara berpikir setiap orang. Perkembangan ini berpengaruh terhadap peningkatan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas.
Peranan teknologi informasi pada masa sekarang tidak hanya dipergunakan bagi organisasi, melainkan juga untuk kebutuhan perorangan. Bagi organisasi teknologi informasi dapat digunakan untuk mencapai keunggulan kompetitif, sedangkan bagi perorangan, teknologi dapat digunakan untuk mencapai keunggulan pribadi. Oleh karena itu, pemanfaatan Teknologi Informasi harus diperkenalkan kepada Taruna agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Manusia secara berkelanjutan membutuhkan pemahaman dan pengalaman agar bisa memanfaatkan Teknologi Informasi secara optimal dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman dan menyadari implikasinya bagi pribadi maupun masyarakat. Taruna yang telah mengikuti dan memahami serta mempraktekkan Teknologi Informasi akan memiliki kapasitas dan kepercayaan diri untuk memahami berbagai jenis Teknologi Informasi dan menggunakannya secara efektif. Selain itu Taruna memahami dampak negatif, dan keterbatasan Teknologi Informasi, serta mampu memanfaatkan Teknologi Informasi untuk mendukung proses pembelajaran dan dalam kehidupan.
Teknologi informasi bisa dikatakan telah merasuki kesegala bidang, ke berbagai lapisan masyarakat. Teknologi Informasi juga sudah bukan menjadi hal yang baru khususnya dalam pemanfaatan internet. Kebutuhan dan penggunaan akan teknologi informasi yang salah satu aplikasinya yaitu dengan media Internet dapat digunakan dalam segala bidang seperti e-banking, ecommerce,e-government, e-education dan banyak lagi telah menjadi sesuatu yang lumrah. Bahkan apabila masyarakat terutama yang hidup di kota besar tidak bersentuhan dengan persoalan teknologi informasi dapat dipandang terbelakang atau ”GAPTEK”. Internet telah menciptakan dunia baru yang dinamakan cyberspace yaitu sebuah dunia komunikasi berbasis komputer yang menawarkan realitas yang baru berbentuk virtual (tidak langsung dan tidak nyata). Walaupun dilakukan secara virtual, kita dapat merasa seolah-olah ada di tempat tersebut dan melakukan hal-hal yang dilakukan secara nyata, misalnya bertransaksi, berdiskusi dan banyak lagi, seperti yang dikatakan oleh Gibson yang memunculkan istilah tersebut pertama kali dalam novelnya: “A Consensual hallucination experienced daily billions of legitimate operators, in every nation…A graphic representation of data abstracted from the banks of every computer in the human system. Unthinkable complexity. Lines of light ranged in the non-space of the mind, clusters and constellations of data. Like city lights, receeding”.
Perkembangan Internet yang semakin hari semakin meningkat baik teknologi dan penggunaannya, membawa banyak dampak baik positif maupun negatif. Tentunya untuk yang bersifat positif kita semua harus mensyukurinya karena banyak manfaat dan kemudahan yang didapat dari teknologi ini, misalnya kita dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dengan e-banking, e-commerce juga membuat kita mudah melakukan pembelian maupun penjualan suatu barang tanpa mengenal tempat. Mencari referensi atau informasi mengenai ilmu pengetahuan juga bukan hal yang sulit dengan adanya e-library dan banyak lagi kemudahan yang didapatkan dengan perkembangan Internet.
Oleh karena itu, Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dalam masa pendidikannya memerlukan pembelajaran di bidang teknologi informasi untuk mengikuti segala perkembangannya dan untuk memudahkan para Taruna dalam mendapatkan informasi yang diperlukan. Dengan adanya teknologi informasi maka segala kegiatan Taruna dapat dilakukan dan diselesaikan dengan lebih cepat, lengkap dan akurat.


B. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Maksud dari disusunnya makalah ini adalah untuk memberikan gambaran tentang peran teknologi informasi dalam menunjang kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan pengetahuan Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian.
2. Tujuan dari disusunnya makalah ini adalah untuk sebagai masukan dan pertimbangan tentang pentingnya teknologi informasi guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi para Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian.

C. RUMUSAN MASALAH
Masalah yang dibahas pada makalah ini terbatas hanya pada :
1. Apa peran dari teknologi informasi dalam kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan pengetahuan bagi para Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian ?
2. Bagaimana aplikasi dari teknologi informasi bagi para Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian selama mengikuti pendidikan dan setelah lulus nantinya ?


D. SISTEMATIKA
Dalam penulisan makalah ini materi disusun dalam sistematika sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
2. MAKSUD DAN TUJUAN
3. RUMUSAN MASALAH
4. SISTEMATIKA
BAB II LANDASAN TEORI



BAB III PEMBAHASAN
1. PERAN SERTA TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI AKADEMI TNI DAN AKADEMI KEPOLISIAN
2. APLIKASI YANG DIHARAPKAN BAGI TARUNA AKADEMI TNI DAN AKADEMI KEPOLISIAN SELAMA MENGIKUTI PENDIDIKAN DAN SETELAH LULU
BAB IV PENUTUP
1. KESIMPULAN
2. SARAN
























BAB II
LANDASAN TEORI

Sesuai dengan visi dan misi Akpol yaitu Mampu melahirkan Perwira Pertama Polri yang kesatria, arif, ahli dan profesional dalam mengemban tugas kepolisian dengan derajat kemampuan sebagai Ahli Madya Kepolisian (A.Md.K) selama tiga setengah tahun, menyelenggarakan pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan dengan kurikulum berbasis kompetensi yang memenuhi standar sebagai Ahli Madya Kepolisian dan Menyelenggarakan penelitian dengan sasaran yang berhubungan dengan profesi dan tugas pokok kepolisian maka perlu diberikannya materi-materi pendukung dalam rangka pencapaian visi misi tersebut. Dikaitkan dengan semakin pentingnya serta pesatnya perkembangan Teknologi Infomasi di era globalisasi maka pengetahuan tentang teknologi infomasi perlu untuk dipelajari dan di kuasai oleh para Taruna.

TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi informasi (Information Technology) biasa disebut TI, IT atau infotech merupakan seperangkat alat yang membantu manusia bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada tekologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melaikan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Menurut Williams dan Sawyer 2003, teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video.
Dari definisi diatas bahwa teknologi informasi tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi, dengan kata lain bahwa teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi komputer dengan tenologi telekomunikasi.

a. Teknologi Komputer
Teknologi Komputer adalah teknologi yang berhubungan dengan komputer, misalnya printer, pembaca sidik jari, CD-ROM,dll. Komputer adalah mesin serbaguna yang dapat dikontrol oleh program, digunakan untuk mengolah data menjadi informasi. Program adalah deretan intruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer, sehingga komputer dapat melakukan tindakan sesuai yang dikehendaki pembuatnya.
Data adalah bahan mentah bagi informasi yang dapat berupa angka, huruf maupun gambar suara, sedangkan informasi adalah bentuk data yang diolah sehingga dapat menjadi bahan yang berguna untuk pengambil keputusan.

b. Teknologi Komunikasi
Teknologi telekomunikasi atau sering disebut teknologi komunikasi merupakan teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh, seperti telepon, radio dan televisi.Teknologi informasi tidak harus secara spesifik berupa komputer yang terhubung ke komputer lain melalui alat telekomunikasi, tetapi juga dapat berupa peranti seperti ponsel ataupun berupa peralatan elektronika lain yang berhubungan dengan penyajian informasi (misalnya televisi). Hal yang terpenting adalah bahwa teknolgi informasi itu melibatkan komputer dan telekomunikasi.
Yang dimaksud dengan sistem teknologi informasi adalah sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Suatu sistem teknologi informasi pada dasarnya tidak hanya mencakup hal-hal yang bersifat fisik seperti komputer, printer tetapi juga mencakup hal yang tidak terlihat secara fisik yaitu: software dan yang lebih penting adalah orang.
Tujuan pokok dari sistem komputer atau sistem teknologi informasi adalah mengolah data untuk menghasilkan suatu informasi. Agar tujuan pokok tersebut terlaksana, maka harus ada elemen-elemen yang mendukungnya. Elemen-elemen dari system komputer adalah software, hardware dan brainware,
 Hardware (perangkat keras) merupakan peralatan di sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat dijamah.
 Software (perangkat lunak) merupakan program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data
 Brainware adalah manusia yang terlibat dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer. Ketiga elemen tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan untuk menghasilkan informasi. Apabila hardware tanpa adanya software maka tidak akan berfungsi untuk menghasilkan informasi, begitu juga hardware yang sudah ada softwarenya tetapi tidak ada brainwarenya (user) maka tidak akan menghasilkan informasi yang diharapkan.
Dalam pemrosesan pengolahan data terdiri dari 3 tahap dasar, yang lebih dikenal dengan siklus pengolahan data (data processing cycle) yaitu input, processing dan output.

INPUT PROCESSING OUTPUT

 Input, merupakan proses memasukkan data ke dalam proses komputer lewat alat input (input device)
 Processing, merupakan proses pengolahan data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh pemroses (Processing device), yang dapat berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalkan dan sebagainya.
 Output, merupakan proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data ke alat output (output device) yaitu berupa informasi.
Dalam proses kerja komputer sangat menakjubkan adalah kecepatannya, komputer dapat melakukan suatu operasi dasar, seperti misalnya perhitungan, penambahan atau pengurangan, dalam waktu yang sangat cepat, yaitu dalam satuan millesecond, microsecond, nanosecond atau picosecond. komputer yang paling cepat dapat melakukan operasi dalam waktu picosecond. Misalnya manusia dalam melakukan suatu perhitungan pertambahan dalam waktu 1 detik, bila kecepatan komputer adalah picosecond, 1 detik operasi pertambahan yang dilakukan komputer akan diselesaikan oleh manusia dalam waktu 1 trilyun detik atau 31709 tahun.
Kemampuan komputer yang lain adalah ketepatannya, kalau manusia lelah maka mentalnya akan luluh (mental fatique) yang akan berakibat kecenderungan untuk melakukan kesalahan, misalnya manusia melakukan perhitungan 1000 kali tanpa henti, kalau dilakukan terus-menerus tanpa henti maka akan sering melakukan kesalahan, sebaliknya pada komputer, karena tidak mempunyai mental dan tidak mengenal lelah, maka komputer tidak akan mengalami kesalahan.
Komputer akan mengalami kesalahan apabila ;
 Komponennya rusak
 Data yang dimasukkkan salah, maka hasilnya akan salah
Disamping komputer mempunyai kecepatan dan ketepatan dalam beroperasi, juga kemampuan lain yaitu mempunyai ingatan (memory) yang besar.
Walaupun kelihatannya komputer lebih unggul dari manusia tetapi ada beberapa hal yang tidak bisa menyamai manusia, manusia mempunyai inisiatif dan dapat beradaptasi dengan situasi tertentu. Sedangkan komputer tidak dapat melakukan hal tersebut, juga yang lain menusia mempunyai perasaan sedangkan komputer tidak mempunyai perasaan.
Davis.F.D (1989); Adam.et.al (1992) mendefinisikan kemanfaatan (usefulness) sebagai suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa penggunaan suatu subyek tertentu akan dapat meningkatkan prestasi kerja orang tersebut. Berdasarkan definisi tersebut dapat diartikan bahwa kemanfaatan dari penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja, prestasi kerja orang yang menggunakannya. Menurut Thompson.et.al (1991;1994) kemanfaatan TI merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna TI dalam melaksanakan tugasnya. Pengukuran kemanfaatan tersebut berdasarkan frekuensi penggunaan dan diversitas/keragaman aplikasi yang dijalankan. Thompson (1991) juga menyebutkan bahwa individu akan menggunakan TI jika mengetahui manfaat positif atas penggunaannya. Chin dan Todd (1995) memberikan beberapa dimensi tentang kemanfaatan TI. Menurut Chin dan Todd (1995) kemanfaatan dapat dibagi kedalam dua kategori, yaitu (1) Kemanfaatan dengan estimasi satu faktor, dan (2) kemanfaatan dengan estimasi dua faktor (kemanfaatan dan efektifitas). Kemanfaatan dengan estimasi satu faktor meliputi dimensi;
1. Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)
2. Bermanfaat (usefull)
3. Menambah produktifitas (increase productivity)
4. Mempertinggi efektifitas (enchance efectiveness)
5. Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)
Kemanfaatan dengan estimasi dua faktor oleh Chin dan Todd (1995) dibagi menjadi dua kategori lagi yaitu kemanfaatan dan efektifitas, dengan dimensi-dimensi masing-masing yang dikelompokkan sebagai berikut:
1. Kemanfaatan meliputi dimensi : (1) menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier), (2) Bermanfaat (usefull), (3) Menambah produktifitas (Increase productivity).
2. Efektifitas meliputi dimensi : (1) mempertinggi efektifitas (enchance my effectiveness), (2) mengembangkan kinerja pekerjaan (improve my job performance).
Kemanfaatan penggunaan TI tersebut menjadi sebuah variabel tersendiri yang diteliti oleh para peneliti (Lihat Iqbaria,1994;1997; Adam.et.al,1992; Davis, 1989; Todd, 1991; Sri Astuti,2001; Nur Indriantoro,2000; Mhd.Jantan.et.al,2001).













BAB III
PEMBAHASAN

A. Peran Serta Teknologi Informasi Dalam Menunjang Kegiatan Belajar di Akademi TNI dan Akademi Kepolisian.
Adanya teknologi informasi dalam penerapan kegiatan belajar mengajar baik di Akademi TNI maupun Akademi Kepolisian akan memberikan berbagai keuntungan – keuntungan seperti :
a. Speed ( Kecepatan )
Teknologi informasi dapat mengerjakan sesuatu yang kompleks dalam hitungan detik, sangat cepat, jauh lebih cepat dari yang dapat dikerjakan oleh manusia.
b. Consistency ( Konsistensi )
Hasil pengolahan lebih konsisten tidak berubah- ubah karena formatnya sudah standar, walaupun dilakukan berulang kali, sedangkan manusia sulit menghasilkan yang sama.
c. Precision ( Ketepatan )
Teknologi informasi tidak hanya cepat, tetapi juga lebih akurat dan tepat (presisi). Teknologi informasi dapat mendeteksi suatu perbedaan yang sangat kecil,yang tidak dapat dilihat dengan kemampuan manusia , dan juga dapat melakukan perhitungan yang sulit.
d. Reliability ( Kehandalan )
Apa yang dihasilkan lebih dapat dipercaya, dibandingkan dengan dilakukan oleh manusia. Kesalahan yang terjadi lebih kecil kemungkinannya bila menggunakan teknologi informasi.

Selain itu, teknologi informasi sanggup melakukan hal- hal berikut ini :
a. menyediakan proses yang cepat dan akurat
b. menyediakan penyimpanan kapasitas besar dan akses cepat terhadap penyimpanan ini
c. menyediakan komunikasi dengan cepat
d. mengurangi informasi yang terlalu berlimpah
e. span boundaries
f. menyediakan dukungan dalam pengambilan keputusan
g. menyediakan senjata kompetitif

Dalam menunjang kegiatan belajar mengajar baik di Akademi TNI dan Akademi Kepolisian keberadaan teknologi informasi sangatlah diperlukan. Sebagai contoh di Akademi Kepolisian, telah disediakan berbagai macam fasilitas dalam bidang teknologi informasi seperti:
1. Menyediakan Ruang kelas multimedia yang dilengkapi dengan :
- komputer,
- proyektor,
- video transmitter,
- LCD,
- Camera,
- LAN,
- Fasilitas internet
2. Memasang access point (hot spot) di berbagai tempat guna memudahkan para Taruna mengakses internet agar mampu mengikuti perkembangan informasi.
3. Diberikan mata kuliah teknologi informasi di kelas untuk para Taruna seperti mata kuliah :
a. Cyber crime
b. Hardware / software
c. Network Security
d. Internet, Intranet, dan Ekstranet
e. E-commerce
f. Information system planning
4. Memperbolehkan para Taruna menggunakan komputer jinjing atau laptop pada saat jam belajar baik di kelas maupun di flat.


Jadi, dengan adanya teknologi informasi, setiap Taruna dapat mendapatkan sumber- sumber informasi yang cepat dan akurat dalam mendukung kegiatan belajar mengajar baik yang didapat di kelas maupun yang didapat di lapangan. Setiap Taruna akan lebih banyak mempunyai referensi atau masukan atas hal- hal yang dianggap penting.

B. Aplikasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Yang Diharapkan Bagi Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian Selama Mengikuti Pendidikan dan Setelah Lulus.

1. Ruang Lingkup Teknologi informasi yang relevan bagi Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, yaitu:
• Teknologi standar dijual dipasar,
Teknologi ini merupakan hasil dari perkembangan teknologi informasi yang dapat dengan mudah kita jumpai di pasaran. Hasil atau produk ini akan sangat membantu tugas-tugas para Taruna setelah lulus dari akademi, tetapi pengunaan dari teknologi ini membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu. Oleh karena itu teknologi yang handal dan maju tanpa diikuti oleh kemampuan personal akan menjadi percuma. Produk-produk yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan operasional antara lain :
o Radio, merupakan alat komunikasi yang mampu menyebarkan informasi secara audio dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dari satu tempat ke tempat lain tanpa melalui media kabel.
o Helmet, merupakan bagian dari teknologi sebagai pelindung kepala dimana sekarang bukan hanya sekedar faktor keamanan saja yang diperhatikan tetapi faktor kenyamanan serta teknologi yang menyertai helm tersebut tetap diperhatikan. Teknologi ini dapat digunakan pada situasi perang atau dalam suatu misi khusus
o Senjata, merupakan alat yang digunakan sebagai pembela diri atau pelumpuh lawan dimana pada saat ini senjata sudah tidak hanya sekedar senapan atau pisau, lebih dari itu senjata-senjata canggih dan mutakhir sudah banyak bermunculan seperti pesawat stealth bomber, rudal balistik, senjata berbentuk pena dsb.


• Electronic & knowledge technology:
o Computer Aided Crime Mapping, merupakan suatu teknologi dalam bidang computer untuk membuat pemetaan criminal yang terjadi dimana pemetaan ini dapat dibuat dengan computer aided design dengan data-data dapat diperoleh melalui internet maupun yang didapatkan di lapangan.

2. Kategori Teknologi Informasi:

< Teknologi Inti, merupakan komponen inti yang merupakan hasil dalam suatu teknologi informasi dengan nilai pemanfaatan yang cukup tinggi, sebagai contoh:
o Sistem sidik jari, Sistem ini digunakan untuk mempermudah dalam identifikasi sasaran(manusia) baik untuk registrasi atau pengecekan kehadiran anggota maupun pencarian identitas korban berdasar atas sidik jari yang ditemukan di TKP, dimana materi ini terdapat dalam pelajaran identifikasi forensik sebagai salah satu mata kuliah yang diberikan kepada Taruna Akademi Kepolisian.
o Detektor, merupakan suatu alat yang dapat di buat dengan spesifikasi khusus untuk mendeteksi sasaran yang diinginkan dengan didukung oleh teknologi-teknologi yang dibutuhkan serta bentuk yang disesuaikan dengan medan. Contoh dari detektor ini yaitu detektor logam yang dapat berbentuk tongkat ataupun seperti pintu masuk yang dapat kita jumpai pada hotel-hotel besar.
o Test DNA, merupakan salah satu bentuk teknologi dalam mengidentifikasi sasaran melalui sampel dna yang diambil dari sasaran (manusia) test ini akan sangat mempermudah penyelidikan sauatu kasus yang di TKP hanya terdapat percikan darah, sperma ataupun kulit

< Teknologi peripheral
Merupakan teknologi pendukung dari suatu teknologi Informasi dimana didalamnya terdapat:
• Recording, merupakan proses dimana kita memasukkan data-data yang diperlukan yang berasal dari fakta-fakta dilapangan ke dalam suatu media
• Storage, merupakan suatu system penyimpanan data, intruksi, dan informasi yang dibutuhkan di masa datang dalam suatu device seperti: flask disk, disket, hard disk, cd rom dsb.
• Retrieval, merupakan suatu kemampuan computer dalam pencarian kembali data-data atau informasi yang dibutuhkan.

< Infrastruktur koneksitas
Merupakan suatu set struktur yang berhubungan antara satu sama lain lalu membentuk suatu rangka yang menyokong keseluruhan struktur dalam hal koneksitas / hubungan tertentu, sebagai contoh:
• Telkom, merupakan suatu jasa provider yang memberikan pelayanan komunikasi melalui perantara kabel ataupun tanpa kaber(nirkabel)
• Komputer, suatu media yang dapat digunakan sebagai alat penyimpanan dan pembuatan suatu database dalam bentuk digital
• Transpor, Suatu media / sarana digunakan sebagai jalur pengantaran suatu data atau informasi tertentu dari satu tempat ke tempat lain.
3. Cakupan Pengembangan Kapabilitas Teknologi dalam 20 tahun antara lain :
< Pemetaan seluruh operasi bagi TNI maupun Polri dilapangan, untuk penguasaan medan dan perkiraan tindakan yang tepat untuk dilakukan.
< Pedoman standarisasi teknologi menurut ciri-ciri wilayah sasaran.
< Penguasaan dan peningkatan teknologi transportasi, informasi, komunikasi, pencitraan, lab forensik, biometrik, identifikasi DNA.
< Pengembangan Technoware (teknologi dalam bentuk barang), Humanware (teknologi dalam bentuk kemampuan yang tersimpan dalam manusia), Infoware (teknologi dalam bentuk informasi seperti teori, jurnal, buku iptek dsb.), Orgaware (teknologi dalam bentuk organisasi yang diperlukan untuk melakukan proses transformasi pada kegiatan produksi) .
Pada era globalisasi, teknologi informasi sangat berperan penting dan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan semakin tingginya perkembangan Teknologi informasi, maka permasalahan-permasalahan yang akan timbul baik dalam lingkup nasional maupun internasional akan semakin kompleks dan rumit. Dengan semakin kompleks dan rumitnya permasalahan yang bakal timbul, maka Iptek menduduki prioritas utama dalam rangka peningkatan profesionalisme Taruna yang merupakan calon-calon perwira yang siap menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan di lapangan. Oleh karena itu, pembelajaran dan penyediaan fasilitas yang berhubungan dengan teknologi informasi harus mendapatkan perhatian yang cukup besar, tetapi tetap memperhatikan materi-materi utama pembelajaran yang harus didapatkan oleh para Taruna baik Taruna TNI maupun Polri sebagai dasar ilmu bagi para Taruna dalam bertugas.
Penguasaan Teknologi informasi oleh para Taruna dapat tercapai dengan pemberian materi secara bertahap yaitu dengan pengenalan terhadap Teknologi informasi itu sendiri, pemberian materi, pelatihan dan kemudian pendalaman materi. Kemudian untuk pengembangannya lebih lanjut dapat dilakukan oleh para Taruna pada saat setelah berdinas dilapangan yang dikaitkan dengan permasalah-permasalah yang ditemukan di lapangan. Penguasaan teknologi informasi akan sangat membantu bagi Taruna dalam menunjang segala kegiatan selama pendidikan di Akademi, seperti pembuatan laporan, penyelesaian tugas akhir dan pembuatan karya ilmiah dimana bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan tugas dapat dengan mudah, cepat dan lebih lengkap ditemukan dengan bantuan internet yang merupakan salah satu bentuk dari teknologi informasi. Bandingkan jika para Taruna mencari bahan-bahan pembuatan tugas dengan mengumpulkan surat kabar atau majalah dengan mendapatkan dengan cukup duduk didepan komputer mencari bahan dengan bantuan internet. Satu gambaran ini dapat membuktikan bahwa peran internet sangatlah penting dalam membantu penyelesaian tugas yang akan dan harus di selesaikan.
Sebagai gambaran bagi para Taruna setelah lulus menjadi seorang perwira, bahwa kedepan kejahatan sudah bukan lagi hanya berupa kejahatan-kejahatan klasik seperti pencurian, pembunuhan atau kerusuhan yang mudah untuk di selesaikan seperti yang dipikikan oleh sebagian besar masyarakat masyarakat. Apa yang terjadi jika tiba-tiba data bursa efek jakarta hilang, account bank orang rusak, database MPR hilang, pengalihan transfer dana yang dilakukan oleh orang / pengusaha? Dampak dari kejahatan-kejahatan tersebut tidak dapat secara langsung dirasakan oleh pihak korban. Kejahatan itulah yang disebut dengan cybercrime dimana penyelesaiannya tidak semudah membubarkan kerusuhan atau menangkap pencuri, karena terkadang kita akan kesulitan dimana TKP pelaku melakukan kejahatan, sarana yang digunakan identitas pelaku serta bukti-bukti yang harus dikumpulkan.
Cybercrime atau kejahatan dunia maya inilah yang harus diwaspasdai dan ditanggulangi dengan cara penguasaan teknologi informasi oleh para penegak hukum dalam hal ini para Taruna yang merupakan calon-calon perwira. Cybercrime merupakan salah satu contoh permasalah yang ditimbulkan dari bidang teknologi informasi. Selain permasalahan yang dapat terjadi, manfaat yang bisa didapatkan dari penguasaan teknologi informasi sendiri bagi para Taruna di masa mendatang antara lain yaitu pengiriman data-data penting dalam bentuk digital dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, mengetaui situasi dan kondisi medan sasaran melalui via internet, alat penyadap dalam rangka penyamaran dsb. Oleh karena itulah penguasaan teknologi informasi akan sangat bermanfaat bagi para Taruna baik dalam masa pendidikan maupun setelah lulus dan bertugas di medan yang sebenarnya dimana terdapat banyak permasalahan yang jauh lebih kompleks dan rumit dibanding dengan masa sekarang ini.





BAB IV
PENUTUP


A. Kesimpulan
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Oleh karena itu setiap Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian harus mengetahui dan menguasai ilmu yang berkaitan dengan teknologi informasi agar bisa mengembangkan kemampuannya dalam melaksanakan kegiatan- kegiatan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.


B. Saran
Dari kesimpulan di atas , agar peran teknologi informasi dapat benar- benar dirasakan manfaatnya maka setiap Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian harus :
a. Mengetahui dan memahami arti penting adanya teknologi informasi dalam mendukung kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan ilmu pengetahuan.
b. Dapat menyeleksi mana teknologi yang bermanfaat atau tepat guna dan yang tidak bermanfaat.
c. Dapat menguasai teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini dengan baik dan benar.
d. Mengaplikasikan teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan dan tidak menyalahgunakan teknologi informasi untuk hal- hal yang dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
































DAFTAR PUSTAKA

http://www.polri.go.id/cybercrime.html
http://www.mybloglog.com/buzz/tags/teknologiinformasi
http://ilmukomputer.com/category/tokoh-teknologi-informasi
http://www.media-ti.co.id
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi
http://tech.groups.yahoo.com/group/TanyaJawabKomputer
Wahid, Achmad dan Iwan Nur Adi.Teknologi Informasi Dan Cyber Crime. Semarang: 2007





















KATA PENGANTAR

Adanya teknologi informasi diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar dan menambah ilmu pengetahuan bagi para Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang setelah lulus akan menjadi aparat penjaga pertahanan dan keamanan untuk selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa akhirnya dapat terselesaikanlah tulisan yang berjudul ” PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN TARUNA AKADEMI TNI DAN AKADEMI KEPOLISIAN”.
Tulisan ini menggambarkan adanya teknologi informasi yang sangat dibutuhkan bagi para Taruna dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi para Taruna dalam meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kami menyadari bahwa di dalam penulisan ini pasti terdapat kesalahan. Oleh karena itu sangatlah dibutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Semarang, Desember 2007


Penulis









DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................... 1
B. Maksud dan Tujuan ............................................................. 3
C. Perumusan Masalah ........................................................... 3
D. Sistematika .......................................................................... 3
BAB II LANDASAN TEORI .................................................................. 5
BAB III PEMBAHASAN
A. Peran Serta Teknologi Informasi Dalam Menunjang
Kegiatan Belajar Mengajar di Akademi TNI dan
Akademi Kepolisian ............................................................ 10
B. Aplikasi Yang Diharapkan Bagi Taruna Akademi TNI
Dan Akademi Kepolisian Selama Mengikuti Pendidikan
dan Setelah Lulus ............................................................... 12
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ......................................................................... 17
B. Saran .................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 19